PERMATA adalah kepanjangan dari Perhimpunan Mahasiswa Purwakarta. PERMATA merupakan organisasi putra-putri asal Purwakarta yang menghimpun diri, menjalin hubungan secara kekeluargaan dengan dilandasi oleh suatu ikatan formal dalam satu organisasi, yang mempunyai tujuan ikut serta mengupayakan terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas sebagai pelanjut estafeta pembagunan menuju masyarakat Indonesia yang makmur-sejahtera dan berkeadilan sosial.

PERMATA Yogyakarta merupakan perhimpunan mahasiswa Purwakarta yang berdiri di Yogyakarta. Kelahiran PERMATA di Yogyakarta dilatarbelakangi oleh adanya keinginan untuk mengumpulkan segenap potensi mahasiswa asal Purwakarta yang sedang menimba ilmu di tanah rantau guna mendukung pelaksanaan pembangunan di daerah asal. Demikian dengan upaya mempersiapkan dari sejak dini potensi-potensi putra daerah yang memiliki kepedulian terhadap permasalahan yang dihadapi oleh tanah kelahirannya.

PERMATA Yogyakarta dibentuk pada tanggal 03 November 1996 dalam suatu musyawarah di Asrama Mahasiswa Jawa Barat “Kujang”, yang dihadiri oleh mahasiswa asal Purwakarta-Yogyakarta. Mereka adalah Ahmad Arif Imamulhaq dari Universitas Gadjah Mada, Oka Sanjaya dari AMP YKPN, Jiah Fauziah dari Universitas Gadjah Mada, Fatin Hamama dari Universitas Gadjah Mada, Ida Lestari dari IKIP Jogyakarta, Parlindungan E. Sirait dari IKIP Jogjakarta, Natie Hindayah dari Universitas Islam Indonesia, Mira Mareta dari IAIN Jogjakarta, Saepeul Ridwan dari Universitas Gadjah Mada, dan Enung Mulyanurwati IKIP Jogjakarta, serta dihadiri oleh salah seorang sesepuh Purwakarta di Yogyakarta, Drs. Agus Tji Kai Usman, mahasiswa S2 Universitas Gadjah Mada.

Pada saat musyawarah pertama, langsung ditetetapkan organisasi bagi mahasiswa asal Purwakarta dengan nama Keluarga Pelajar Mahasiswa Purwakarta, disingkat KPMP. Namun satu minggu setelah itu sesuai saran Kang Agus, digantilah nama KPMP menjadi PERMATA,  mengingat adanya benang merah sejarah PERMATA yang ada di beberapa daerah,  seperti di Bandung. PERMATA Secara organisasi internal di Yogyakarta berada dalam satu-kesatuan serta berada di bawah garis koordinasi Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Jawa Barat dalam bentuk komisariat daerah. Dengan demikian PERMATA Yogyakarta terikat secara juridis formal dengan IKPM Jawa Barat, mengingat adanya AD/ART IKPM Jawa Barat di Yogyakarta. Namun demikian, bukan berarti tidak adanya otonomi dalam pengambilan kebijakan dalam kepengurusan PERMATA Yogyakarta yang bisa saja berbeda dengan IKPM Jawa Barat. Alih-alih secara formal dan politis, IKPM Jawa Barat tidaklah memiliki kewenangan dalam mengurusi permasalahan internal karena itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan wewenang PERMATA Yogyakarta. Untuk itu, secara juridis formal PERMATA Yogyakarta pun membentuk AD/ART tersendiri yang melegitimasi keberadaannya di daerah asal, Purwakarta. Kepengurusan ditetapkan melaksanakan tugasnya dengan kurun waktu 2 tahun dalam satu periode. Kepengurusan pertama ditetapkan dengan SK IKPM Jawa Barat No. 25/KPTS/DP-KPM/XII/1996.

Untuk saat ini Perhimpunan Mahasiswa Purwakarta-Yogyakarta merupakan satu-satunya organisasi yang menaungi seluruh mahasiswa dari Purwakarta, tidak terkecuali bagi mereka yang mengenyam pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Meskipun kami tumbuh dalam internal kampus yang terdiri dari berbagai universitas negeri dan swasta, mengikuti berbagai organisasi intra-ekstra, memiliki pemahaman yang berbeda mengenai bagaimana dan seharusnya roda organisasi berjalan namun, ketika masuk kedalam lingkungan PERMATA Yogyakarta maka, semuanya menjadi padu saling membahu dalam wadah organisasi kedaerahan yaitu PERMATA Yogyakarta, karena pada dasarnya kami organisasi daerah bukan untuk memaksakan semua menjadi satu warna tetapi kami menjadi harmoni dalam warna yang berbeda.

Arah haluan Organisasi PERMATA Yogyakarta berorientasi pada lingkup sosial, budaya, pendidikan, dan pengabdian terhadap masyarakat. Spesifiknya tentang bagaimana dan seharusnya dukungan yang dilakukan oleh mahasiswa asal purwakarta dalam memberikan sumbangsihnya terhadap proses pembangunan daerah. Patut disadari bahwa dalam implementasinya intervensi elit politik daerah merupakan hal yang wajar ketika mereka memerlukan sokongan dalam membangun mitra. Namun, perlu dipertegas bahwa organisasi ini merupakan organisasi independen sebagai kelompok organisatoris bukan kelompok politik praktis.

Adapun tujuan dari berdirinya PERMATA Yogyakarta adalah sebagai berikut :

  1. Mempererat ikatan silaturahmi antar warga asal Purwakarta yang sedang merantau di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya, baik itu mahasiswa, pekerja, maupun masyarakat biasa.

2. Menumbuhkan semangat guna meraih prestasi akademik dan organisasi para pelajar dan mahasiswa yang sedang mencari ilmu.

3. Menumbuhkan kaesadaran akan bakti dan pengabdian terhadap daerah asal.

4. Menumbuhkan suatu hubungan komunikasi dengan masyarakat di Kabupaten Purwakarta sebagai daerah asal dalam upaya memberikan kontribusi pembangunan daerah.

5. Mengupayakan tersedianya sumber daya manusia, kalangan terdidik, organisatoris, dan para profesional, sebagai SDM di daerah asal dan dimanapun anggota PERMATA tinggal.

KETUA UMUM

FARHAN HAKIKI
Candranagara 13

Tugas pokok :

Memimpin, mengkoordinasikan, mengendalikan organisasi dalam pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi dan melakukan hubungan lembaga dengan pihak eksternal.

Fungsi :

  1. Membuat keputusan terakhir yang harus diikuti
  2. Mengatur pengurus dan anggota
  3. Menjaga dan mengawasi kegiatan PERMATA-Yogyakarta
  4. Merumuskan kebijakan untuk mengembangkan potensi organisasi
  5. Memimpin musyawarah
  6. Perwakilan diplomasi organisasi atau instansi eksternal

Menerima laporan kegiatan dari pengurus

Alamat:

Gang Melati Jl. Babaran No.673 A, Pandeyan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55161

LOGO PERMATA